Kualifikasi

Menurut derajat kecacatan, anak Tunadaksa dapat digolongkan atas :

  1. Golongan Ringan : Mereka yang meskipun menggunakan alat bantu gerak tetapi dapat bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain dan dapat menolong dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat hidup bersama-sama dengan anak normal lainnya. Kondisi fisik dan mentalnya tidak mengganggu kehidupan dan pendidikannya.

  2. Golongan Sedang : Mereka yang membutuhkan treatment/latihan khusus untuk bicara, berjalan, dan mengurus dirinya sendiri. Kelompok ini memerlukan alat-alat khusus untuk membantu gerakannya, seperti brace untuk membantu penyangga kaki dan kruk/tongkat sebagai penopang dalam berjalan. Dengan pertolongan secara khusus, anak-anak kelompok ini diharapkan dapat mengurus dirinya sendiri.

  3. Golongan Berat : Anak-anak pada golongan ini adalah mereka yang kondisi fisiknya memiliki hambatan sangat berat disertai keterbelakangan mental, sehingga membutuhkan perawatan dalam ambulasi, bicara, dan menolong dirinya sendiri. Mereka tidak dapat hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat.

Layanan pendidikan di YPAC Jakarta saat ini dikhususkan pada pendidikan dan pembinaan anak Tunadaksa yang menurut istilah Kementerian Pendidikan Nasional disebut Sekolah Luar Biasa Tunadaksa atau SLB.D dan D1.

Klasifikasi atau penggolongan anak Tunadaksa menurut jenis layanan pendidikan dibagi atas:

  1. Anak Tunadaksa yang menderita Polio, Cerebral Palsy, Amputee /ketidaknormalan bentuk dan fungsi anggota gerak (tangan dan kaki) atau lainnya, sehingga mengalami ketidaknormalan dalam fungsi tulang, otot-otot atau kerjasama fungsi otot-otot, tetapi mereka berkemampuan intelegensi normal digolongkan ke dalam kelompok Tunadaksa Ringan (D).

  2. Anak Tunadaksa dengan kondisi serupa atau lebih berat dan disertai kemampuan intelegensi di bawah normal digolongkan ke dalam kelompok Tunadaksa Sedang (D1).

Penggolongan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan di SLB.D dan D1 YPAC Jakarta.